Semax
Peptida nootropik ACTH fragment dari Rusia
Disclaimer: Konten ini hanya untuk tujuan informasi. Konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan. Peptide.co.id tidak memberikan saran medis.
Semax adalah analog sintetis dari fragmen ACTH (4-10) yang dikembangkan di Rusia. Disetujui sebagai obat nootropik dan neuroprotektif di Rusia untuk stroke dan gangguan kognitif.
Status Regulasi
Disetujui di Rusia untuk pengobatan stroke dan gangguan kognitif.
Apa Itu Semax?
Semax dikembangkan di Institute of Molecular Genetics, Moscow. Berdasarkan fragmen ACTH(4-10) — bagian dari hormon ACTH yang memiliki efek neurotropik tanpa efek hormonal. Disetujui di Rusia untuk pengobatan stroke, gangguan kognitif, dan ulkus peptikum. Merangsang produksi BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor).
Manfaat yang Dilaporkan
Peningkatan BDNF
Merangsang produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor, penting untuk plastisitas sinaptik dan pembelajaran.
Neuroproteksi
Efek protektif terhadap kerusakan neuronal, disetujui di Rusia untuk recovery pasca stroke.
Peningkatan Memori & Fokus
Efek nootropik pada konsentrasi, memori kerja, dan proses pembelajaran.
Tanpa Efek Hormonal
Meskipun berasal dari ACTH, tidak mempengaruhi kadar kortisol atau fungsi adrenal.
Risiko & Pertimbangan
- Data klinis terutama dari literatur Rusia
- Tidak disetujui di Eropa atau AS
- Potensi interaksi dengan obat psikiatrik
- Efek samping jarang: iritasi hidung (intranasal), sakit kepala ringan
Cara Penggunaan dalam Konteks Riset
Intranasal (paling umum) atau injeksi subkutan. Versi intranasal memiliki onset cepat.
Penting: Peptide.co.id tidak memberikan rekomendasi dosis. Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan.
Dimana Beli Semax di Indonesia
Tersedia sebagai solusi intranasal atau serbuk. Pastikan penyimpanan yang tepat karena stabilitas bisa jadi masalah.
Lihat Direktori Toko PeptidaPertanyaan yang Sering Diajukan
Peptida Terkait
Dapatkan Update Terbaru
Update riset peptida terbaru langsung ke inbox Anda. Gratis, tanpa spam.
Ditulis oleh Tim Editorial Peptide.co.id
Konten ditinjau berdasarkan literatur ilmiah terkini. Diperbarui: 15 Januari 2024.
Punya saran atau koreksi? Hubungi tim editorial • Pendekatan kami