🧠
Kognitif & NeuroprotektifHanya untuk riset

Dihexa

Peptida pro-kognitif paling poten yang diteliti

Diperbarui 15 Januari 20241 FAQ

Disclaimer: Konten ini hanya untuk tujuan informasi. Konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan. Peptide.co.id tidak memberikan saran medis.

Dihexa (N-hexanoic-Tyr-Ile-(6) aminohexanoic amide) adalah peptida sintetis yang diteliti sebagai salah satu senyawa pro-kognitif paling poten, dengan potensi jutaan kali lebih besar dari BDNF dalam merangsang sinaptogenesis.

Apa Itu Dihexa?

Dihexa dikembangkan di Washington State University sebagai analog angiotensin IV. Bekerja melalui reseptor HGF/c-Met untuk merangsang pembentukan koneksi sinaptik baru. Dalam studi praklinis, menunjukkan potensi luar biasa — efektif pada dosis picomolar, jutaan kali lebih poten dari BDNF.

Manfaat yang Dilaporkan

Sinaptogenesis

Merangsang pembentukan koneksi sinaptik baru dengan potensi yang sangat tinggi.

Peningkatan Memori

Studi pada hewan menunjukkan peningkatan dramatis dalam memori spasial dan pembelajaran.

Potensi untuk Neurodegenerasi

Diteliti untuk potensi terapi Alzheimer dan demensia.

Oral Bioavailability

Aktif secara oral — tidak memerlukan injeksi.

Risiko & Pertimbangan

  • Sangat eksperimental — hanya data praklinis
  • Potensi efek proliferatif pada sel kanker (melalui jalur HGF/c-Met)
  • Dosis yang tepat dan aman belum ditetapkan untuk manusia
  • Data keamanan jangka panjang tidak ada

Cara Penggunaan dalam Konteks Riset

Tersedia dalam bentuk sublingual atau oral. Sangat eksperimental.

Penting: Peptide.co.id tidak memberikan rekomendasi dosis. Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan.

Dimana Beli Dihexa di Indonesia

Tersedia sangat terbatas. Karena potensinya sangat tinggi, risiko dosing error lebih besar. Sangat eksperimental.

Lihat Direktori Toko Peptida

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Peptida Terkait

Dapatkan Update Terbaru

Update riset peptida terbaru langsung ke inbox Anda. Gratis, tanpa spam.

TE

Ditulis oleh Tim Editorial Peptide.co.id

Konten ditinjau berdasarkan literatur ilmiah terkini. Diperbarui: 15 Januari 2024.

Punya saran atau koreksi? Hubungi tim editorialPendekatan kami